Menyambut peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Keluarga Besar SDN 008 Sungai Kuning menjadikannya sebagai momentum berharga untuk merefleksikan kembali hakikat pendidikan dasar. Di usia emas anak-anak Sekolah Dasar (6 hingga 12 tahun), kecerdasan akademik seperti membaca dan berhitung memang penting, namun fondasi yang paling utama dan menentukan masa depan mereka adalah adab dan akhlak mulia.

Semangat kesantrian sejatinya tidak hanya milik mereka yang belajar di pondok pesantren, melainkan nilai luhur yang dapat dihidupkan oleh setiap peserta didik di sekolah maupun di rumah. Nilai tersebut meliputi ketawadhuan (rendah hati), rasa hormat kepada guru dan orang tua, kemandirian, kejujuran, serta kesungguhan dalam menuntut ilmu.

Menghidupkan Pembiasaan Religius dan Budaya 5S di Sekolah

Di lingkungan SD Negeri 008 Sungai Kuning, penanaman adab bukan sekadar materi di dalam buku pelajaran, melainkan napas keseharian yang terus dirawat bersama. Sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai, suasana pagi di sekolah senantiasa diawali dengan lantunan Asmaul Husna yang menyejukkan hati. Pembiasaan ini melatih anak-anak untuk memulai setiap aktivitas dengan mengingat kebesaran Tuhan Yang Maha Esa serta menenangkan fokus pikiran mereka sebelum menerima ilmu.

Selain itu, karakter santun terus ditempa melalui Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) serta pelaksanaan sholat berjamaah di sekolah. Saat anak-anak menyapa dan mencium tangan bapak serta ibu guru di gerbang sekolah, di situlah benih penghormatan terhadap ilmu sedang tumbuh di dalam hati mereka.

Sinergi Orang Tua di Rumah: Menjaga Adab di Era Digital

Setelah anak-anak kembali beraktivitas normal di sekolah dan mulai mengurangi ketergantungan pada layar gawai, peran ayah dan bunda di Desa Sungai Kuning menjadi kunci penguat yang tidak tergantikan. Pendidikan karakter di sekolah akan berbuah manis apabila diselaraskan dengan pembiasaan di rumah.

Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat kita terapkan bersama di lingkungan keluarga:

  • Mendahulukan Adab Berbicara: Ajak anak untuk terbiasa mengucapkan kata tolong saat meminta bantuan, maaf saat melakukan kekhilafan, dan terima kasih setelah menerima kebaikan, baik kepada orang tua maupun teman sebaya.
  • Membiasakan Pamit dan Doa: Pastikan anak selalu berpamitan, mencium tangan orang tua, dan berdoa sebelum berangkat ke sekolah maupun saat hendak bermain di lingkungan sekitar.
  • Menjaga Kedisiplinan Waktu Ibadah dan Belajar: Dampingi anak untuk segera menunaikan ibadah ketika waktunya tiba serta merapikan perlengkapan sekolahnya secara mandiri sebagai wujud tanggung jawab seorang penuntut ilmu.
  • Meneladankan Sikap Gotong Royong dan Peduli: Libatkan anak dalam pekerjaan ringan di rumah, seperti merapikan tempat tidur sendiri atau membantu orang tua di sore hari, agar tumbuh rasa empati dan kemandirian.

Mari kita jadikan momentum bulan Oktober ini sebagai pengingat bersama bahwa ilmu yang bermanfaat hanya akan menetap pada hati yang beradab. Dengan sinergi yang erat antara dewan guru di sekolah dan keteladanan orang tua di rumah, kita optimis putra-putri SD Negeri 008 Sungai Kuning akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas pikirannya, santun lisannya, dan mulia akhlaknya.